Popular Post

Tampilkan postingan dengan label Security. Tampilkan semua postingan

Cyber Crime: DOS Attack

By : Unknown

Cyber Crime

Denial of Service (DOS) Attack


Denial of Service adalah aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikan-nya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak dapat menggunakan layanan tersebut[1]. 

Dikutip dari Nurwenda, S., Irawan, B., Irzaman[2]. tujuan serangan DOS ini berakibat server korban jadi kewalahan melayani request yang terkirim dan berakhir dengan menghentikan aktivitas atau berhenti dengan sendirinya karena tak mampu melayani request. Kadang serangan yang dilakukan dengan cara ini dapat merusak atau mematikan sistem secara keseluruhan. Sistem yang diserang dapat menjadi “bengong” (hang, crash), tidak berfungsi, atau turun kinerjanya (beban CPU tinggi).

Beberapa tipe serangan Denial of Service Attack antara lain : Ping of Death, SYN Attack, Land Attack, Smurf Attack, dan UDP Flood.

1. Ping of Death
Pada kondisi normal program utility ping digunakan untuk men-cek beberapa waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan sejumlah data dari suatu komputer ke komputer lain, dimana panjang maksimum paket data yang dapat dikirimkan menurut spesifikasi protokol IP adalah 65.536 byte. Gambar 1. menunjukkan program utility ping dan alur serangan Ping of Death. Pada Ping of Death data yang dikirim melebihi maksimum paket yang di ijinkan menurut spesifikasi protokol IP. Ping of Death mengeksploitasi kelemahan didalam reassembly kembali fragmen paket IP. Ketika data dikirimkan ke jaringan, paket IP sering berubah menjadi potongan paket yang lebih kecil. Ping of Death akan memanipulasi offset potongan data sehingga akhirnya terjadi overlapping antara paket yang diterima di bagian penerima setelah potongan-potongan paket ini di reassembly.

Konsekuensinya, pada sistem yang tidak siap akan menyebabkan sistem tersebut crash (tewas), hang (bengong) atau reboot (booting ulang) pada saat sistem tersebut menerima paket yang demikian panjang

2. SYN Attack
Pada kondisi normal, aplikasi klien akan mengirimkan paket TCP SYN untuk mensinkronisasi paket pada aplikasi di server (penerima). Server (penerima) akan mengirimkan respond acknowledgement berupa paket TCP SYN ACK. Setelah paket TCP SYN ACK di terima dengan baik oleh klien (pengirim), maka klien (pengirim) akan mengirimkan paket ACK sebagai tanda transaksi pengiriman / penerimaan data akan di mulai. Proses ini disebut juga dengan three-way handshake. Hal ini terlihat pada gambar 2.



Hacker mengirimkan paket SYN yang source addressnya telah dispoof menjadi suatu address yang tidak ada dan dikirimkan ke Server. Server membalas dengan mengirimkan SYN/ACK ke alamat palsu (spoof), dan port yang digunakan berada pada kondisi SYN_RECV. Jika seandainya alamat Spoff (palsu) tersebut ada (terdapat system/komputer) maka akan membalas dengan paket RST karena merasa tidak memulai koneksi. Karena alamat palsu tersebut tidak ada maka koneksi yang telah dialokasikan pada port server tersebut akan berada pada keaadaan menunggu (75 detik – 23 menit). Dengan cara ini, server akan tampak seperti bengong dan tidak memproses responds dalam waktu yang lama.

3. LAND attack
Dalam LAND attack, Hacker menyerang server yang dituju dengan mengirimkan paket TCP SYN palsu yang seolah-olah berasal dari server yang dituju. Dengan kata lain, Source dan Destination address dari paket dibuat seakan-akan berasal dari server yang dituju. Akibatnya server yang diserang menjadi bingung. Apabila serangan diarahkan kepada sistem Windows 95, maka sistem yang tidak diproteksi akan menjadi hang (dan bisa keluar layar biru). Hal ini terlihat pada gambar 4.

4. Smurf Attack
Pada Smurf attack, hacker membanjiri router dengan paket permintaan echo Internet Control Message Protocol (ICMP) yang di kenal sebagai aplikasi ping. Karena alamat IP tujuan pada paket yang dikirim adalah alamat broadcast dari jaringan, maka router akan mengirimkan permintaan ICMP echo ini ke semua mesin yang ada di jaringan. Kalau ada banyak host di jaringan, maka akan terjadi trafik ICMP echo respons & permintaan dalam jumlah yang sangat besar.
Pada gambar 5 si hacker ini memilih untuk men-spoof alamat IP sumber permintaan ICMP tersebut, Dengan menggunakan IP spoofing, respon dari ping tadi dialamatkan ke komputer yang IPnya dispoof. Akibatnya komputer tersebut akan menerima banyak paket. Akibatnya terjadi ICMP trafik yang tidak hanya akan memacetkan jaringan komputer perantara saja, tapi jaringan yang alamat IP-nya di spoof.

5. UDP Attack
Pada UDP attack dengan cara spoofing, User Datagram Protocol (UDP) flood attack akan menempel pada servis UDP chargen di salah satu mesin, yang akan mengirimkan sekelompok karakter ke mesin lain, yang di program untuk meng-echo setiap kiriman karakter yang di terima melalui servis chargen. Hal ini ditunjukkan oleh gambar 6 dimana UDP Flood ini pada dasarnya mengkaitkan dua (2) sistem tanpa disadarinya. Karena paket UDP tersebut di spoofing antara ke dua mesin tersebut, maka yang terjadi adalah banjir tanpa henti kiriman karakter yang tidak berguna antara ke dua mesin tersebut.


Referensi:
[1]. Sammir, H. 2003. Serangan Denial of service, (Online), http://infokomputer.com, hal. 1 – 2).

Sumber:
[2]. Nurwenda, S., Irawan, B., Irzaman. Analisis Kelakuan Denial-of-Service attack (DoS attack)             pada Jaringan Komputer dengan Pendekatan pada Level Sekuritas. Bogor: Institut Pertanian             Bogor

Management Security: Network Infrastruktur Security

By : Unknown

Management Security

Network Infrastruktur Security


Dalam sebuah ruang lingkup network baik LAN, MAN maupun WAN perlu di-set mode security-nya demi menghindarkan dari ancaman pihak yang tak diinginkan seperti:
  • Serangan Backdoor dan Poisoning
  • Sniffing
  • Serangan Denial of Service
  • Penyalahgunaan Infrastruktur oleh pihak yang tidak diinginkan
  • dan lain-lain
Menurut rekomendasi ITU-T X800 layanan arsitektur security dibagi menjadi 5 kategori, yaitu:
  • Authentication: memastikan entitas yang digunakan sesuai dengan yang dibuat.
  • Access control: Pencegahan penyalahgunaan pihak yang tidak diinginkan
  • Data Confidentiality: Melindungi data dari campur tangan pihak yang tak diinginkan dan hanya pengirim dan penerima yang dituju yang dapat melihat isi data.
  • Data Integrity: Memastikan data tidak mengalami perubahan atau penghancuran tanpa terdeteksi.
  • Non- repudiation: Melindungi komunikasi yang sedang berlangsung. [1]
Klasifikasi Security Attack
Passive Attack
Tipe serangan ini biasanya menyerang isi dari pesan dan mengintip ke alur monitor traffic

Active Attack
Tipe serangan berbahaya bersifat memodifikasi hinggi merusak dari:
  • Meniru entitas yang telah ada menjadi entitas yang baru yang akan digunakan secara terus menerus untuk menyerang
  • Melihat Pesan yang masuk tapa izin
  • Memodifikasi pesan (man-in-middle attack)
  • Denial of Service (DOS)
Authentication, Access Control and Password
  • Authentication memastikan identitas baik dari pengirim atau penerima informasi. Setiap pengecekkan integritas atau informasi rahasia sering kali tidak berarti jika identitas pengirim atau penerima tidak dapat dipercaya. Proses ini disebut proses validasi.
  • Authorization memastikan apa yang disetujui setelah user telah teridentifikasi. Disebut pula Access control atau Permission dengan pemberian hak akses ke user sesuai dengan prosedur authorization.
  • Access Control membatasi aliran informasi dari system hanya untuk user yang terdaftar pada system dalam suatu jaringan.
Enkripsi
Proses dimana pengubahan isi data atau pesan menjadi susunan kombinasi yang rumit dan perlu metode khusus untuk menerjemahkannya, sehingga tidak sembarang orang dapat memecahkan kode tersebut. Metode enkripsi ini digunakan untuk mencegah adanya serangan ditengah jalan (man-in-middle attack). Beberapa metode enkripsi yaitu Symmetric Key Encription, Symmetric Key Cryptosystems, Advanced Encryption Standard (AES), International Data Encryption Algorithm & Carlisle Adams and Stranfford Travares (IDEA & CAST), Asymmetric Key Encription, dan lain-lain.

Firewall
Mengisolasi LAN dari internet dengan menyetujui beberapa paket untuk lewat dan memblok yang lainnya. Firewall memiliki 2 tipe yaitu:
  • Packet Filtering: Biasanya diterapkan pada router. Header dari paket network diperiksa ketika melalui firewall. Paket filter menyetujui atau memblok paket, biasanya ketika rute data dari internet ke internal network. Spesifikasi aturan jenis paket (misal dari jenis IP atau port) yang akan disetujui dan jenis apa yang akan ditolak sangat dianjurkan. Packet filtering dapat terjadi pada router, bridge, atau pada individual host, hal ini disebut pula Packet Screening. Tipe Router yang digunakan untuk packet filtering disebut dengan Screening Router / Outside Router/ Border Router
  • Application Gateway/ Proxy Mengijinkan konfigurasi dengan kebijakan yang lebih kompleks dibandingkan dengan packet filtering. Filter Packet pada aplikasi data dengan protokol IP/TCP/UDP dan memaksa aplikasi web telnet melalui gateway.



Tag : ,